Follow by Email

Selasa, 18 Oktober 2011

hy,nma q maryandi(aq sring d pnggil cinge

guru ku, ku perawani

Hai, namaku ryan, teman-teman memanggilku iyan. Aku tinggal di sukabumi, . Tinggiku sekitar 150 cm, bentuk wajahku tidak mengecewakan, imut-imut kalau teman-teman perempuanku bilang.

Langsung saja aku mulai dengan pengalaman pertamaku 'make love' (ML) atau bercinta dengan seorang wanita. Kejadiannya waktu aku masih kelas dua smp. Saat itu sedang musim ujian, sehingga kami di awasi oleh guru-guru dari kelas yang lain. Kebetulan yang mendapat bagian mengawasi kelas tempatku ujian adalah seorang guru yang bernama Ibu Netty, umurnya masih cukup muda, sekitar 25 tahunan.
Tinggi badannya sekitar 155 cm. Kulitnya putih bersih, hidungnya mancung, bentuk wajahnya oval dengan rambut lurus yang di potong pendek sebatas leher, sehingga memperlihatkan lehernya yang jenjang.

Yang membuatku sangat tertarik adalah tonjolan dua bukit payudaranya yang cukup besar, bokongnya yang sexy dan bergoyang pada saat dia berjalan. Aku sering mencuri pandang padanya dengan tatapan mata yang tajam, ke arah meja yang didudukinya. Kadang, entah sengaja atau tidak, dia balas menatapku sambil tersenyum kecil. Hal itu membuatku berdebar-debar tidak menentu.

Bahkan pada kesempatan lain, sambil menatapku dan memasang senyumnya, dia dengan sengaja menyilangkan kakinya, sehingga menampakkan paha dan betisnya yang mulus. Di waktu yang lain dia bahkan sengaja menarik roknya yang sudah pendek (di atas lutut, dengan belahan disamping), sambil memandangi wajahku, sehingga aku bisa melihat lebih dalam, ke arah selangkangannya. Terlihat gundukan kecil di tengah, dia memakai celana dalam berbahan katun berwarna putih.

Aku agak terkejut dan sedikit melotot dengan 'show' yang sedang dilakukannya. Aku memandang sekelilingku, memastikan apa ada teman-temanku yang lain yang juga melihat pada pertunjukan kecil tersebut. Ternyata mereka semua sedang sibuk mengerjakan soal-soal ujian dengan serius.

Aku kembali memandang ke arah Ibu Tetty, dia masih memandangku sambil tersenyum nakal. Aku membalas senyumannya sambil mengacungkan jempolku, kemudian aku teruskan mengerjakan soal-soal ujian di mejaku. Tentu saja dengan sekali-kali melihat ke arah meja Ibu Tetty yang masih setia menyilangkan kakinya dan menurunkannya kembali, sedemikian rupa, sehingga memperlihatkan dengan jelas selangkangannya yang indah.

Sekitar 30 menit sebelum waktu ujian berakhir, aku bangkit dan berjalan ke depan untuk menyerahkan kertas-kertas ujianku kepada Ibu Tetty.

"Sudah selasai?" katanya sambil tersenyum.

"Sudah, bu...." jawabku sambil membalas senyumnya.

"Kamu suka dengan yang kamu lihat tadi?" dia bertanya mengagetkanku.

Aku menganggukkan kepalaku, kami melakukan semua pembicaraan dengan berbisik-bisik.

"Apa saya boleh melihatnya lagi nanti?" kataku memberanikan diri, masih dengan berbisik.

"Kita ketemu nanti di depan sekolah, setelah ujian hari ini selesai, ok?" katanya sambil tersenyum simpul.

Senyum yang menggetarkan hatiku dan membuat tubuhku jadi panas dingin. Siang itu di depan gerbang sekolah, sambil menenteng tasnya, bu Tetty mendekati tempatku berdiri dan berkata,

"yan, kamu ikuti saya dari belakang"

Aku mengikutinya, sambil menikmati goyangan pinggul dan pantatnya yang aduhai. Ketika kami sudah jauh dari lingkungan sekolah dan sudah tidak terlihat lagi anak-anak sekolah di sekitar kami, dia berhenti, menungguku sampai di sampingnya. Kami berjalan beriringan.

"Kamu benar-benar ingin melihat lagi?" tanyanya memecah kesunyian.

"Lihat apa bu?" jawabku berpura-pura lupa, pada permintaanku sendiri sewaktu di kelas tadi pagi.

"Ah, kamu, suka pura-pura..." Katanya sambil mencubit pinggangku pelan.

Aku tidak berusaha menghindari cubitannya, malah aku pegang telapak tangannya yang halus dan meremasnya dengan gemas. bu Tetty balas meremas tanganku, sambil memandangiku lekat-lekat.

Akhirnya kami sampai pada satu rumah kecil, agak jauh dari rumah-rumah lain. Sepertinya rumah kontrakan, karena tidak terlihat tambahan ornamen bangunan pada rumah tersebut. Bu Tetty membuka tasnya, mengeluarkan kunci dan membuka pintu.

"Yan, masuklah. Lepas sepatumu di dalam, tutup dan kunci kembali pintunya!" Perintahnya cepat.

Aku turuti permintaannya tanpa banyak bertanya. Begitu sampai di dalam rumah, bu Tetty menaruh tasnya di sebuah meja, masuk ke kamar tanpa menutup pintunya. Aku hanya melihat, ketika dengan santainya dia melepaskan kancing bajunya, sehingga memperlihatkan BH-nya yang juga terbuat dari bahan katun berwarna putih, buah dadanya yang putih dan agak besar seperti tidak tertampung dan mencuat keluar dari BH tersebut, membuatnya semakin sexy, kemudian dia memanggilku.

"Yan, tolong dong, lepasin pengaitnya..." katanya sambil membelakangiku.

Aku buka pengait tali BH-nya, dengan wajah panas dan hati berdebar-debar. Setelah BH-nya terlepas, dia membuka lemari, mengambil sebuah kaos T-shirt berwarna putih, kemudian memakainya, masih dengan posisi membelakangiku. T-shirt tersebut terlihat sangat ketat membungkus tubuhnya yang wangi. Kemudian dia kembali meminta tolong padaku, kali ini dia minta dibukakan risleting roknya!

Aku kembali dibuatnya berdebar-debar dan yang paling parah, aku mulai merasa selangkanganku basah. Kemaluanku berontak di dalam celana dalam yang rangkap dengan celana panjang SMP ku. Ketika dia membelakangiku, dengan cepat aku memperbaiki posisi kemaluanku dari luar celana agar tidak terjepit. Kemudian aku buka risleting rok ketatnya.

Dengan perlahan dia menurunkan roknya, sehingga posisinya menungging di depanku. Aku memandangi pantatnya yang sexy dan sekarang tidak terbungkus rok, hanya mengenakan celana dalam putihnya, tanganku meraba pantat bu Tetty dan sedikit meremasnya, gemas.

"Udah nggak sabar ya, Yan?" Kata bu Tetty.

"Maaf, bu, habis bokong ibu sexy banget, jadi gemes saya...."

"Kalo di sini jangan panggil saya 'bu' lagi, panggil 'teteh' aja ya?"

"Iya bu, eh, teh Tetty"

Konsentrasiku buyar melihat pemandangan di hadapanku saat ini, bu Tetty dengan kaos T-shirt yang ketat, tanpa BH, sehingga puting susunya mencuat dari balik kaos putihnya, pusarnya yang sexy tidak tertutup, karena ukuran kaos T-shirt-nya yang pendek, celana dalam yang tadi pagi aku lihat dari jauh sekarang aku bisa lihat dengan jelas, gundukan di selangkangannya membuatku menelan ludah, pahanya yang putih mulus dan ramping membuat semuanya serasa dalam mimpi.

"Gimana Yan, suka nggak kamu?" Katanya sambil berkcak pinggang dan meliuk-liukkan pinggulnya.

"Kok kamu jadi bengong, Yan?" Lanjutnya sambil menghampiriku.

Aku terdiam terpaku memandanginya ketika dia memeluk leherku dan mencium bibirku, pada awalnya aku kaget dan tidak bereaksi, tapi tidak lama. Kemudian aku balas ciuman-ciumannya, dia melumat bibirku dengan rakusnya, aku balas lumatannya.

"Mmmmmmmmmhhhhhhhhhhh...." Gumamnya ditengah ciuman-ciuman kami.

Tidak lama kemudian tangan kanannya mengambil tangan kiriku dan menuntun tanganku ke arah payudaranya, aku dengan cepat menanggapi apa maunya, kuremas-remas dengan lembut payudaranya dan kupilin-pilin putingnya yang mulai mengeras.

"Mmmmhhhh....mmmmmhhhhh" Kali ini dia merintih nikmat.

Aku usap-usap punggungnya, turun ke pinggangngya yang tidak tertutup oleh kaos T-shirtnya, aku lanjutkan mengusap dan meremas-remas pantatnya yang padat dan sexy, lalu kulanjutkan dengan menyelipkan jari tengahku ke belahan pantatnya, kugesek-gesek kearah dalam sehingga aku bisa menyentuh bibir vaginanya dari luar celana dalam yang dipakainya. Ternyata celana dalamnya sudah sangat basah.

Sementara ciuman kami, berubah menjadi saling kulum lidah masing-masing bergantian, kadang-kadang tangannya menjambaki rambutku dengan gemas, tangannya yang lain melepas kancing baju sekolahku satu per satu. Aku melepas pagutanku pada bibirnya dan membantunya melepas bajuku, kemudian kaos dalam ku, ikat pinggangku, aku perosotkan celana panjang abu-abuku dan celana dalam putihku sekaligus.

Bu Tetty pun melakukan hal yang sama, dengan sedikit terburu-buru melepas kaos T-shirtnya yang baru dia pakai beberapa saat yang lalu, dia perosotkan celana dalam putihnya, sehingga sekarang dia sudah telanjang bulat. Tubuhnya yang putih mulus dan sexy sangat menggiurkan.

Hampir bersamaan kami selesai menelanjangi tubuh kami masing-masing, ketika aku menegakkan tubuh kembali, kami berdua sama-sama terpaku sejenak. Aku terpaku melihat tubuh polosnya tanpa sehelai benangpun. Aku sudah sering melihat tubuh telanjang, tetapi secara langsung dan berhadap-hapan baru kali itu aku mengalaminya.

Payudaranya yang sudah mengeras tampak kencang, ukurannya melebihi telapak tanganku, sejak tadi aku berusaha meremas seluruh bulatan itu, tapi tidak pernah berhasil, karena ukurannya yang cukup besar. Perutnya rata tidak tampak ada bagian yang berlemak sedikitpun. Pinggangnya ramping dan membulat sangat sexy. Selangkangannya di tumbuhi bulu-bulu yang sengaja tidak dicukur, hanya tumbuh sedikit di atas kemaluannya yang mengkilap karena basah.

Tubuh telanjang yang pernah aku lihat paling-paling dari gambar-gambar porno, blue film atau paling nyata tubuh ABG tetanggaku yang aku intip kamarnya, sehingga tidak begitu jelas dan kulakukan cepat-cepat karena takut ketahuan. Kebiasaan mengintipku tidak berlangsung lama karena pada dasarnya aku tidak suka mengintip.

Sementara bu Tetty memandang lekat kemaluanku yang sudah tegang dan mengeras, pangkalnya di tumbuhi bulu-bulu kasar, bahkan ada banyak bulu yang tumbuh di batang kemaluanku. Ukurannya cukup besar dan panjangnya belasan centi.

"Yan, punyamu lumayan juga, besar dan panjang, ada bulunya lagi di batangnya" katanya sambil menghampiriku.

Jarak kami tidak begitu jauh sehingga dengan cepat dia sudah meraih kemaluanku, sambil berlutut dia meremas-remas batang kemaluanku sambil mengocok-ngocoknya lembut dan berikutnya kepala kemaluanku sudah dikulumnya. Tubuhku mengejang mendapat emutan seperti itu.

"Oooohhhh.... enak teh...." rintihku pelan.

Dia semakin bersemangat dengan kuluman dan kocokan-kocokannya pada kemaluanku, sementara aku semakin blingsatan akibat perbuatannya itu. Kadang dimasukkannya kemaluanku sampai ke dalam tenggorokannya. Kepalanya dia maju mundurkan, sehingga kemaluanku keluar masuk dari mulutnya, sambil dihisap-hisap dengan rakus. Aku semakin tidak tahan dan akhirnya..., jebol juga pertahananku. Spermaku menyemprot ke dalam mulutnya yang langsung dia sedot dan dia telan, sehingga tidak ada satu tetespun yang menetes ke lantai, memberiku sensasi yang luar biasa. Rasanya jauh lebih nikmat daripada waktu aku masturbasi.

"Aaaahhhh... ooooohhhhh.... teteeeeehhhhh!" Teriakku tak tertahankan lagi.

"Gimana? enak Yan?" Tanyanya setelah dia sedot tetesan terakhir dari kemaluanku.

"Enak banget teh, jauh lebih enak daripada ngocok sendiri" jawabku puas.

"Gantian dong teh, saya pengen ngerasain punya teteh" lanjutku sedikit memohon.

"Boleh...," katanya sambil menuju tempat tidur, kemudian dia merebahkan dirinya di atas ranjang yang rendah, kakinya masih terjulur ke lantai.

Aku langsung berlutut di depannya, kuciumi selangkangannya dengan bibirku, tanganku meraih kedua payudaranya, kuremas-remas lembut dan kupilin-pilin pelan puting payudaranya yang sudah mengeras. Dia mulai mengeluarkan rintihan-rintihan perlahan. Sementara mulutku menghisap, memilin, menjilat vaginanya yang semakin lama semakin basah. Aku permainkan clitorisnya dengan lidahku dan ku emut-emut dengan bibirku.

"Aaaaaahhhhh... ooooohhhhhh, Iyaaaaaaannnnnnnn..., aku sudah tidak tahan, aaaaauuuuuhhhhhh!"

Rintihannya semakin lama semakin keras. Aku sedikit kuatir kalau ada tetangganya yang mendengar rintihan-rintihan nikmat tersebut. Tetapi karena aku juga didera nafsu, sehingga akhirnya aku tidak terlalu memperdulikannya. Hingga satu saat aku merasakan tubuhnya mengejang, kemudian aku merasakan semburan cairan hangat di mulutku, aku hisap sebisaku semuanya, aku telan dan aku nikmati dengan rakus, tetes demi tetes.

Kakinya yang tadinya menjuntai ke lantai, kini kedua pahanya mengapit kepalaku dengan ketat, kedua tangannya menekan kepalaku supaya lebih lekat lagi menempel di selangkangannya, membuatku sulit bernafas. Tanganku yang sebelumnya bergerilya di kedua payudaranya kini meremas-remas dan mengusap-usap pahanya yang ada di atas pundakku.

"Yan, kamu hebat, bikin aku orgasme sampai kelojotan begini, belajar darimana?" Tanyanya.

Aku tidak menjawab, hanya tersenyum. Aku memang banyak membaca tentang hubungan sexual, dari majalah, buku dan internet. Sementara itu kemaluanku sudah sejak tadi menegang lagi karena terangsang dengan rintihan-rintihan nikmatnya bu Tetty. Akupun berdiri, memposisikan kemaluanku didepan mulut vaginanya yang masih berkedut dan tampak basah serta licin itu.

"Aku masukin ya teh?" Tanyaku, tanpa menunggu jawaban darinya, aku melumat bibirnya yang merekah menanti kedatangan bibirku.

"Oooohhhh..." rintihnya,

"Aaaahhhh..." kubalas dengan rintihan yang sama nikmatnya, ketika kemaluanku menembus masuk ke dalam vaginanya, hilanglah keperjakaanku.

Kenikmatan tiada tara aku rasakan, ketika batang kemaluanku masuk seluruhnya, bergesekan dengan dinding vagina yang lembut, hingga ke pangkalnya. Bu Tetty merintih semakin kencang ketika bulu kemaluanku yang tumbuh di batang kemaluanku menggesek bibir vagina dan clitorisnya, matanya setengah terpejam mulutnya menganga, nafasnya mulai tersenggal-senggal.

"Ahh-ahh-ahh auuuu!"

Kutarik lagi kemaluanku perlahan, sampai kepalanya hampir keluar. Kumasukkan lagi perlahan, sementara rintihannya selalu di tambah teriakan kecil, setiap kali pangkal batang kemaluanku menghantam bibir vagina dan clitorisnya. Gerakanku semakin lama semakin cepat, bibirku bergantian antara melumat bibirnya, atau menghisap puting payudaranya kiri dan kanan. Teriakan-teriakannya semakin menggila, kepalanya dia tolehkan kekiri dan kekanan membuatku hanya bisa menghisap puting payudaranya saja, tidak bisa lagi melumat bibirnya yang sexy.

Sementara itu pinggulnya dia angkat setiap kali aku menghunjamkan kemaluanku ke dalam vaginanya yang kini sudah sangat basah, sampai akhirnya,

"Iyaaaaaaaaannnnnnnnnnn.... aku mau keluar lagiiiiii... oooohhhhhh... aaahhhhh" teriakannya semakin kacau.

Aku memperhatikan dengan puas, saat dia mengejan seperti menahan sesuatu, vaginanya kembali banjir seperti saat dia orgasme di mulutku. Aku memang sengaja mengontrol diriku untuk tidak orgasme, hal ini aku pelajari dengan seksama, walaupun aku belum pernah melakukan ML sebelum itu. Bu Tetty sendiri heran dengan kemampuan kontrol diriku. Setelah dia melambung dengan orgasme-orgasmenya yang susul- menyusul, aku cabut kemaluanku yang masih perkasa dan keras. Aku memberinya waktu beberapa saat untuk mengatur nafasnya.

Kemudian aku memintanya menungging, dia dengan senang hati melakukannya. Kembali kami tenggelam dalam permainan yang panas. Sekali lagi aku membuatnya mendapatkan orgasme yang berkepanjangan seakan tiada habisnya, aku sendiri karena sudah cukup lelah, kupercepat gerakanku untuk mengejar ketinggalanku menuju puncak kenikmatan. Akhirnya menyemburlah spermaku, yang sejak tadi aku tahan, saking lemasnya dia dengan pasrah tengkurap diatas perutnya, aku menjatuhkan diriku berbaring di sebelahnya.

Sejak kejadian hari itu, aku sudah tidak lagi melakukan masturbasi, kami ML setiap kali kami menginginkannya. Ketika aku tanya mengapa dia memilihku, dia menjawab, karena aku mirip dengan pacar pertamanya, yang membuatnya kehilangan mahkotanya, sewaktu masih SMP. Tapi bedanya, katanya lagi, aku lebih tahan lama saat bercinta (bukan GR lho). Saat kutanya, apa tidak takut hamil?, dengan santai dia menjawab, bahwa dia sudah rutin disuntik setiap 3 bulan sekali (suntik KB).

Jumat, 14 Oktober 2011

nikmat xa vina q

hy nma w Rendi pnggil aja w ndi w hdup d Bandung tat xa Talaga Soang, ni pngalaman kisah w wktu w klas x smk
w pnya pcar nma xa Vina kta orang2 sich dya cntik,bohay,bahenol ko kta sunda xa hehe....

kisah w yg ping ptma pas wktu mlem jum'at  cerita xa

w lagi beli rokok di warung bu rina  truss dia nymperin smbil peluk w dari blakang
ekh w kget krain siapa

"ekh vin krain siapa, bkin kget za..!"
"ukh masa sgitu aja kget sich, pdahal ma pcar xa sndri, apa lagi klo ma org lain"
"tumben vin kmu mlem2 kluar....?"
"iya  ni ortu lagi pd brengkot..!"
"brengkot kna vin, km sndri donk syank....???"
"iya tmenin aq yaa cinta....!"
(ukh brabe ni urusan xa w sruh tmenin dia mlem2)
"nginep gk vinn...?"
"ealah massa ngga, kan d humz gk da siapa2, vinn kan tkut apa lagi vina cwe...!"jelas xa
"umh ....... gmna yua...??!!"
" mau yaa plizz...???!!!!" muka xa yg cntik smbil mmelas
"ea udah aq tmenin, v gk boleh da yg tw yua.....!!"
"siph......!"

mungkin sngjaia dia udh siapin mkan,cemilan+kamar exekutif ada sdikit ragu xa sie v apa bleh buat
mlem2 mngkin skitar pkl 10.00 vina ganti bju nah  !!!! w npha ngdadak kbelet pngen ppis pntu vina sdikit kbuka w nylonong aja "vin kmar ndi xa sbelah mna?" beuh w leat pnampian yg mnggugah slera
"di pinggir kmar" kta xa

tk lama qta dduk b'sma.....

"vin maaf ya yg tadi aq ngga sngaja ngliat km, soal xa aq kbelet bgt........"
"ea ngga apa2 biasa aja,gk usah risih ma pcar ini"
"ea sich v aq ttep ngrsa b'slah"
"masa...??" kta xa smbil ktawa

"vin aq laper nie..!!!"
"bkan xa ngmong dri td aq udh siapin bwt mkan qta, hayu qta mkan b'sma aja..." pinta xa
"yaa udah qta mkan dlu..."

kira2 pkl 11.00 qta slesai mkan mlem
vina ngjak w minum
"saayy qta minum yuk..."
"minum paan?"
"aq pnya rootbeer " kta xa
"emh gmn yua....?"
"mau yaaa..., biasa xa k ma tmen2 ska minum...????"
"yaa udh v jgn bnyak2 yaaa.."
qta mabok bsma dugem,asik2an
beuh dia lpas cntrol, smpoyongan, n dia peluk w

"vin km knpa...?"
"aq  sange di....?"
w kget dnger xa
"dukh gmn yaaa..."
"di cpet buka bju km yaa pliss" smbil dia bka stelan pantai xa
"vin aq gk brani....?"
"akh km payah cpetan di..!!!!"
sbener xa sich w pura2 doank ko w gk pura2 mngkin udh w sabet dri td

dia mulai pgangin kontol w yg lagi bobo tiba2 bangun hyaaaaa
mak enak bgt,
"vin km blajar dri mna yg kyak gni2an...?"
"dri kast yg d bwa rani td pagi.."
"vin q udh gk than pngen bgt nich..!!!!"
"tuh kan q jga blang apa km psti mau,....., ea udh cpetan msukin v pelan2 yaaacz aq mzih prawann...!!!!
"ea sayang......"
w mulai masukin kontol w sma mmek xa yg merah muda tmbuh blu2 halus d skitar xa
w masukin pelan2........
"akh saayyy geli,....."
"enak yaaa"
"ea saayyy v ada rasa sakit xa"
"tahan aj gk bkalan lama kok...!!"
"ea truss saaayyyy masukin yg dalem yaaa"
w lihat darah bnyak bgt....
"sayang km emang bner mzih prawan yaaa....??"
"akhhh syang enak bgt,akhhh,akmnnhhhh,emmhhh truss saayyyy"
"syang km udh muai ngrasa enak yaa....?"
"ea yg knceng sayyy,"
"ea saaayyyy..."
"saayyyy q mau kluar niee   ,aakkkhhh,akhhh,emmhhh, kncengin lgi sayy," byarrrr air suci pun kluar tk t;than kan
"umh syang km hebat bgt sie aq udh kuar km blum.."
"km bza aja, syang aq pgen nyoba dr blakang donk..!!"
"ea sok aja.., aq jga pnasaran..."
w langsung sdok aja dri blakang..
blesss.........
"akh sayyy sakit bgt.....!!!!"
"tahan saayyy cma sbentar nnti jga enak kok......"
w genjotin dya nympe dia lemes bbrapa kai lagi sdokan lagii
"say w mau kluar ni.....,akh,ought,akh,ssshhh, crot crot ccrrrrotttttt"
"nah udh kluar kan saayyy qta 1-1 gliran gaya 69 syapa yg kalah dia harus nglayanin xa tiap wktu gmn.."
"deal...!"kta w smbil ragu" dia spongin kontol w , w jga jilatin memek xa+ttek xa yg gantung2
"emmhh, enak sayyy truss spongin.."
"ea saayyy jilaun truusss,akkhh aemmhhhh ukkhhh nikmat,"

stelah 20 menit qta 69 akhir xa w dluan yg pecah
"saayyyy, aq mau kluar ni..?"
"jgn dlu donk saaayyy aq jga masih jauh "
" akkhhhh ssaaayyy udh gk bza  than lagi, crot crot crot, akkkhhhh, maaf ya say aq kluarin d mlut km"
"gk apa2 sayyy enak rsa xa asinnn.... krank gliran aq donk..."
aq truss jilatin tu mmek xa +sedotinmmek xa yg asinn
"saaayyyy aq jga mau kluar nie...."
dia goyangin pantan xa yg bohay
"emmmhhh saaayyy mmek km enak bgt"
"jgn bnyak ngmong aq lagi enak syaanggg, emmhhh , akkkhhh uukkkhhh ouughhhtttt aemmmhhh,enak saayyy ,aakkkkhhhhhh,,,,,........!!!!!!!!!" jerit xa smbil ngluarin air suci xa bnjir bgt

"saayyyy km yg klah km hrus mau stiap wktu nglyanin aq..."
"ea siap boss"

qta g p'nah klewat ML bareng nympe krank dya kuliah d unisba smentara aq d umi suabumi
klo ngga aq yg dteng ke kosan xa dya yg dteng ke kosan w....
ukh enak bgt.........

Kamis, 06 Oktober 2011

sejak d selabintana

nma q faissal umur q mzih 16 th kdiaman q tpat xa  selabintana sukabumi
malam p'tma kisah q saat aq bo2 ma bi2 aq yg b'umur 24 th mmang jauh skali v aq ttep ska ma ya wlaupun dya tdak mnyadari ko aq bner2 ska ma dya.
tpat xa pkl 02.30 aq nnton breng ma bi2 aq ,kzah tntang s'orank guru yg  mnyukai murid nya smpai2ya ML ma murid xa itu.
nahh kta w ksempetan nie bwt jdiin nie film sbagai inspirasi....
truzz bi2 w blang
"sal mau kopi?"
"ea mw bi" kta w smbil t'snyum mnggoda
"hemmpt skalian bi2 bwt nsi goreng yua bwt km?"
" ea tserah bi2 zha"
tk lma stelah 30 mnit aq mkan+ qta udh ngntuk bgt qta diem sjenak smbil leat tu film tnpa aq sdari aq tnya mabi2 aq smbil ttap mta xa
"bi udh pnya pcar blum?" smbil mesra w dketin mka w
"blump sal"  dya reflex lngsung zha qta ki**ing .
w bru2 lpas tu ciu**n
"bi maaf aq khilaf!"
"gug pha2 dunk sall, biaza zha!!!" dya dketin lagee bbir xa ma bbir w
hasrat w kgga bza d than lagee nympe "si ujang" ikut2an bngun beuuhhh bi2 w mlah pgangin "si ujang"

"bii !!" kta w smbil sange
" pha sall ,tnang zha bi2 gk bkal bcorin smua nie ma chpa2..." sahut dya smbil truss mjitin kon**l w yg lagi tgang2 xa itu.

" sal pgangin ttek bi2 dunk....!" pdhal w mzih mlu v dya tntun tngan w bwt mgangin ttek xa, ea mw gk mw aq hrus trutin dya, v emang w pngen jd w lngsung pgang erat2....
"sal truss..... yg knceng salll..."  dya mngkin udh naek thu hsrat yg gde bgt, nympe2 pinggul xa b'goyang broo waaahhh w makin syang zha ma dya
stelah itu dya kgga sbar bka bju, w sie pura2 gk mw v dya pksa w bwt bka bju...
w pasrah zha....
v dya bner sange wktu itu..... tk sbar kon**l w d mzukin zha lngsung ma dya,aneh xa m2k xa kkga b'drah waahhh mngkin udh gk prawan kta w d dlem hti.....

"sal km ruzz kuat 4 ronde yaaa......" waahh gmn nie rumit nie urusan xa
"ea gmn nnti zha, v bi sall tkut bi2 hmil?"
"ea udh pke dlu kndom sna,ambil d laci lmari ijo" kta xa smbil ngiket rmbut xa
w mulai lagee aksi w stelah kon**l w d ciputin hehe

mula xa p'lhan
" aaaahhhh saallll kontol km gde sma ma pcar bi2.....!" jerit xa smbil nhan skit mngkin
" bi2 sal pngen knceng2 bi" mka w nnjukin wjah yg lmes
"ea salll bi2,ugha 150 km/ jm yua salll........"
"akh bi2 bza zha........." w kncengin cc xa dya makin mringis ksakitan
"akh saalll... tee.. teruuusiiinn salll..,, 20 kalii push up lagee saalll.... aakkhhh enak salll, km hbat bgt bi2 syang isallll......."
" bi sall mo kluar nie...., akhh bi2 love u bgt...."
"d dlem zha sall khn udh pke kndom"
" ea bi, bi krank yg bgean gnjot xa" kranj bi2 w maenz d atas ddukin kontol w
"akkhhh saalll enak salll......" smbil loncat2
"sallll bi2 mo kluar......., akhh salll ,, eemmhh  , aeekkhhhhh......."
byarrrr air suci pun kluar tk t'than khn........
w maenz smpe km 11 siank tnp lelah....... n' aq blos skulah dweh gra2 bi2 aq.....